Semuanya berawal ketika Kate melahirkan anak kembar prematur, Jamie dan Emily. Jamie yang saat itu lahir pertama harus kehilangan detak jantungnya, hingga membutuhkan perawatan khusus dari dokter dan perawat. Setelah 20 menit, dokter dan perawat menyerah, dan mengatakan Jamie telah tewas.
Merasa sedih karena salah satu dari anak kembarnya berhenti bernapas, Kate pun menangis dan minta perawat untuk mengizinkannya memeluk sang bayi. Sambil memeluk Jamie yang mungil, Kate juga meminta sang suami untuk berada di sampingnya dan juga memeluk Jamie.
Tapi yang terjadi sungguh di luar dugaan Sob, tubuh Jamie mulai bergerak di pelukan Kate dan detak jantungnya kembali bekerja seiring dengan nafasnya yang semakin terasa oleh Kate. Spontan pasangan mengatakan hal tersebut kepada dokter dan perawat yang langsung bertindak untuk ketahanan medis Jamie.
Pada 25 Maret 2010 silam, Kate melahirkan anak kembar secara prematur saat usia kandungan masih enam bulan. Jamie lahir yang dua menit kemudian disusul Emily.
"Mereka lahir bersama, tetapi Jamie tidak menunjukkan apa-apa saat lahir. Sementara Emily menangis dengan keras," ujar Kate seperti dikutip dari dailymail.
"Dia berhenti bernapas dan detak jantungnya perlahan hilang. Setelah 20 menit mereka berhenti menyelamatkan Jamie," terangnya lagi.
"Saya melihatnya sedikit bergerak, tapi dokter mengatakan percuma saja. Saya meminta semua orang meninggalkan ruangan. Dia sangat dingin dan saya hanya ingin menghangatkannya," kenangnya.
Saat memeluk Jamie, Kate saat itu membisikkan kepada Jamie, bahwa Jamie memiliki saudara kembar. Tak lupa ia mengatakan kalau Jamie adalah harapan mereka.
"Tiba-tiba dia tersentak, membuka mata dan meraih jari Dave," ujar Kate terharu.
Sekitar 20 tenaga medis pun menyaksikan keajaiban itu, hingga seorang dokter yang penasaran menanyakan kepada Kate, apa yang membuat Jamie hidup kembali.
Sobat, Jamie kini tumbuh sebagai anak yang sehat. Usai keajaiban yang terjadi 5 tahun silam, hingga kini Jamie sama sekali tidak pernah merasakan sakit.
Mengharukan ya...
Editor : Zenal Manurung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar